Demi anak empat orang kaya ini rela jatuh miskin

Bayangkan jika kalian adalah orang kaya, memiliki banyak uang, dan mampu membeli apapun yang kalian mau, dan kalian memiliki seseorang yang amat kalian sayangi. Namun sayangnya, untuk hidup bahagia bersama orang yang kalian sayangi tersebut, kalian harus membuang semua yang kalian miliki selama ini, dengan kata lain, kalian harus jatuh miskin. Akankah kalian mau melakukannya, jatuh miskin, demi hidup bahagia bersama orang yang kalian sayangi tersebut?

Empat orang kaya ini dibawah ini, telah membuktikan kepada kita, jika yang namanya sebuah kebahagian tersebut memang tak bisa dibeli dengan uang. Dan mereka rela jatuh miskin, hanya demi untuk hidup bahagia bersama orang yang mereka sayangi.

Siapa saja kah mereka, yang demi anak empat orang kaya ini rela jatuh miskin, kami telah menyajikannya untuk kalian dibawah ini, jadi silahkan santap saja langsung menunya dibawah ini.

1. Perempuan kaya ini jatuh miskin, demi memenuhi kebutuhan hidup 72 anak yang di adopsinya.
Demi anak empat orang kaya ini rela jatuh miskin

Namanya Li Li Juan, wanita berusia 47 tahun asal China. Konon dia adalah seorang jutawan, namun sekarang dia sudah bangkrut dan bahkan memiliki hutang hingga dua juta yuan (sekitar Rp 4,2 miliar). Kebangkrutannya bukan disebabkan oleh foya-foya atau hal buruk lainnya, namun justru untuk membantu anak-anak terlantar.

Selama 19 tahun, Li Juan mengadopsi 72 anak terlantar dan merawat mereka dengan uang yang dimilikinya. Li Juan menghabiskan semua uangnya demi anak-anak tersebut hingga saat ini dia jatuh miskin, seperti dilansir Oddity Central.

Pada tahun 1980-an, Li Juan menjadi jutawan berkat bisnis garmen dan investasinya di bidang pertambangan. Pada saat itulah dia mulai memperhatikan anak-anak yang terlantar dan sedang sakit. Anak-anak tersebut ditelantarkan oleh orang tuanya dan ada juga yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal di pertambangan. Ini menggerakkan Li Juan untuk menggunakan kekayaannya demi menghidupi anak-anak tersebut.

Meski segalanya tampak berjalan lancar pada awalnya, namun akhirnya keuangan Li Juan harus terpuruk pada tahun 2008. Tambangnya harus ditutup sehingga pemasukannya berkurang. Namun dia tak menyerah merawat anak-anak tersebut. Dia menjual semua propertinya untuk menghidupinya.

Yang mengharukan, Li sendiri telah didiagnosis terkena kanker limfa pada tahun 2011. Namun setelah tujuh hari perawatan, Li menolak untuk dirawat. Dia lebih memilih untuk merawat anak-anak tersebut dan menggunakan uangnya untuk menghidupi mereka. Banyak orang yang mendonasikan uang mereka untuk merawat anak-anak itu, namun tetap saja pada akhirnya Li kekurangan uang. Hutangnya menjadi semakin banyak dan mencapai dua miliar yuan.

Banyak orang yang ingin mengadopsi anak-anak yang dirawatnya, namun sayangnya ini tidak bisa dilakukan. Karena anak-anak yang dirawat Li Juan tak terdaftar sebagai anak-anak panti asuhan dan tidak terdaftar secara hukum.

Meski Li memiliki 72 anak asuh, namun hubungannya dengan anaknya sendiri, Xiao Wen, justru renggang. Ini karena Li tidak hadir untuk merawat Xiao Wen ketika dia sedang mengalami kecelakaan tahun 2004. Saat itu, Li tengah merawat salah satu anak asuhnya yang terkena hydrocephalus. Setelah itu, Xiao Wen mengalami depresi dan menolak bicara dengan Li. Selanjutnya dia melakukan terapi dan tinggal bersama neneknya.

Penolakan Xiao Wen menjadi hantaman untuk Li Juan. Tetapi dia tak patah semangat. Dia tetap melanjutkan kegiatannya merawat 72 anak terlantar dengan bantuan orang-orang baik hati di sekitarnya.

2. Seorang ibu ini rela sewa sebuah gunung, supaya anaknya dapat belajar tentang alam.
Demi anak empat orang kaya ini rela jatuh miskin

Uang mungkin tidak bisa membeli segalanya. Namun, uang setidaknya bisa membuat seseorang melakukan sesuatu yang mungkin terdengar mustahil. Sebagai contoh, baru-baru ini seorang istri pengusaha kaya di China menyewa gunung untuk putrinya, supaya anak itu dapat belajar tentang alam dan melakukan berbagai aktivitas outdoor lainnya.

Gan Lin, 33, dulunya berprofesi sebagai seorang guru. Namun, dia kini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merawat putri semata wayangnya. Yin Gan, putri Gan, sekarang duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Sebagaimana dilansir odditycentral, keluarga ini tinggal di Chongqing, China.

Gan yang baru menyadari bahwa putrinya memiliki sangat sedikit pengetahuan tentang alam, memutuskan untuk memecahkan masalah tersebut dengan membuang kelebihan uangnya dengan menyewa gunung. Dia membayar dewan lokal untuk menyewa gunung, termasuk sebuah lahan pertanian seluas 1,3 hektar yang berada di sana.

Gan diyakini telah menghabiskan sekitar USD 5.000 (Rp 57 juta) per bulan untuk putri dan teman-temannya, sehingga mereka bisa memiliki akses eksklusif ke gunung tersebut.

"Saya hanya berpikir bahwa ini adalah cara terbaik dan termudah untuk membuat putri saya mengerti tentang alam," kata Gan.

Meski Gan sudah menyewa gunung dan daerah di sekitarnya, dia tetap membiarkan para petani tinggal di gubuk mereka. Namun, sebagai imbalannya, mereka harus mengajari anak-anak tentang cara menjaga pohon buah-buahan dan sayuran setiap harinya.

3. CEO bergaji hampir satu triliun ini, berhenti bekerja demi anak.
Demi anak empat orang kaya ini rela jatuh miskin

El-Erian, seorang CEO dengan penghasilan mencapai USD 100 juta per tahun, mengundurkan diri perusahaan dengan alasan keluarga. Dia mundur, karena hubungan dengan putrinya memburuk.

Tetapi, rumor yang berkembang, pakar ekonomi lulusan Oxbridge tersebut mengundurkan diri sebagai CEO PIMCO investment fund, karena dia memiliki hubungan yang buruk dengan pendiri PIMCO, Bill Gross.

Tetapi El-Erian mengatakan, bahwa alasan utamanya meninggalkan PIMCO adalah percakapannya dengan putrinya, yang berusia 10 tahun, usai menyuruhnya menyikat gigi. Percakapan tersebut, berujung pada catatan putrinya tentang 22 momen dalam hidup putrinya yang terlewatkan karena El-Erian terlalu sibuk bekerja.

Beberapa momen yang terlewatkan oleh ahli keuangan tersebut adalah hari pertama putrinya bersekolah, pertandingan futbol pertama putrinya, dan parade Halloween. Seperti dilansir timesofindia.indiatimes.com, El-Erian mengatakan bahwa semua insiden tersebut terjadi sebagai akibat dari pekerjaan yang mengharuskannya keliling dunia.

Dia bercerita, saat dirinya meminta anaknya untuk menyikat gigi, putrinya meminta dirinya menunggu sebentar. Dia pun masuk ke kamarnya. "Dia kembali membawa secarik kertas. Ternyata itu adalah sebuah catatan daftar momen dan aktivitas pentingnya yang terlewatkan oleh saya karena komitmen pekerjaan. Mata saya terbuka karenanya," ungkapnya.

Dia menegaskan kehidupan pekerjaannya serasa menjadi tidak seimbang karena telah menyakiti putrinya. "Saya merasa buruk sekali dan menjadi defensif. Saya mulai sadar bahwa saya melewatkan satu poin yang lebih penting."

Master investasi, 56 tahun tersebut, kini menukar jabatannya di markas besar PIMCO California menjadi pekerja paruh waktu. Termasuk peran sebagai ketua penasihat perusahaan pusat PIMCO dari Jerman, Allianz.

4. Pri ini jual rumah seharga Rp 4,3 miliar demi liburan dengan anak
Demi anak empat orang kaya ini rela jatuh miskin

Seorang pengusaha asal Kota Shanghai, China, sedang jadi pemberitaan publik karena menjual rumahnya di pusat kota. Uang hasil penjualan itu dia pakai keliling dunia bersama sang putri semata wayang, menggunakan mobil RV yang bisa ditinggali.

Sosok menghebohkan itu bernama Zhu Chunxie. Pria keturunan Korea Selatan itu merasa bersalah pada putrinya yang sekarang berusia dua tahun, sebab selama ini terlalu sibuk bekerja.

"Saya menyadari, di mata anak sosok ayah yang mendampingi mereka melewati masa kanak-kanak lebih penting dari apapun," ujarnya seperti dilansir Shanghaiist, Senin (2/11).

Selama 10 tahun terakhir, Chunxie punya beberapa bisnis yang berkembang baik. Rumahnya di Shanghai seluas 100 meter persegi, dengan harga 2 juta Yuan (setara Rp 4,33 miliar).

Dengan segala kesuksesan itu, hidupnya terasa hampa. Setelah ditinggal sang istri, Chunxie khawatir putrinya kesepian di rumah. Maka Juli lalu, rumah itu dijual. Mereka berangkat mulai Agustus keliling pelbagai negara.

Chunxie dan putrinya baru akan pulang ke Shanghai lima tahun lagi. Banyak kolega mencibir keputusannya meninggalkan hidupnya yang terlanjur mapan. Tapi pria 35 tahun ini berkukuh pada pendiriannya.

"RV mungkin tidak senyaman rumah yang kami tinggali dulu. Tapi pengalaman keliling dunia ini akan penting bagi anak saya," kata Chunxie.




sumber : merdeka.com

0 Response to "Demi anak empat orang kaya ini rela jatuh miskin"

Posting Komentar